Cerita Relawan

Membingkai Inspirasi di SDN Penunggul

Cerah 😀

Sekolah dasar berbentuk L dengan cat warna orange terang terlihat ‘matching’ dengan ‘seragam’ kami. Ada 2 warung kecil berbentuk gubuk terbuka di sisi kanan dan hutan mangrove terlihat tak seberapa jauh di depan sekolah. Atmosfer khas pesisir yang terik dan berdebu tak menyurutkan semangat kami berbagi inspirasi bersama adik-adik SDN Penunggul ini.

Waktu menunjukkan pukul 7 lebih 5 menit saat minibus kami memasuki parkir depan sekolah tempat rombel (rombongan belajar) kami ditugaskan; SDN Penunggu. Kami bertujuh (kak Raya dan kak Vivi sebagai fasilitator, kak Mifta, kak Khusnul dan kak Indi sebagai pengajar, serta saya dan kak Wawan sebagai dokumenter) bergegas keluar dan mengangkati berbagai perlengkapan yang dibutuhkan selama kegiatan sampai tengah hari nanti. Para murid serta dewan guru sudah berbaris rapi di lapangan melakukan gladi bersih sembari menunggu kami yang terlambat beberapa menit.


“Hormaaat grak!” teriak lantang sang pemimpin upacara yang merupakan murid wanita dari kelas 5. Pembaca Undang-undang Dasar, pembaca do’a, dirigen, paduan suara, hingga pembawa teks pancasila melaksanakan tugasnya dengan baik sekali. Upacara berlangsung sangat khidmat.

Kru paduan suara 😀

Ibu Kepala Sekolah beserta dewan guru 😀

“Hormaaat grak!”

Yah, namanya juga anak-anak. Ditengah upacara yang sungguh khidmat tersebut, ada saja tingkah lucu yang kebetulan saya abadikan dalam momen berikut..

Dirigen wannabe #1

Dirigen wannabe #2

Lagi sibuk benerin sibuknya yah..

Ini balet atau senam dek ?😀

Begitulah anak-anak. Indah dengan apa adanya :’)

Usai upacara, ritual wajib sebelum memasuki ruangan kelas adalah berbaris dan mencium tangan bapak dan ibu guru. Kali ini sementara digantikan oleh kakak-kakak relawan pengajar 😀

”Lencang kanaaan grak!”

 

         

salim dulu

Yak, berhubung disini saya sebagai dokumentator, ijinkan saya berbagi cerita lewat gambar saja ya :3

Semoga diberi ilmu yang bermanfaat, aamiin.. (talent: Hafidz)

Asma’ul Husna: wajib!

Ayo ngacung!

“Saya pasti bisa!”

Melatih keberanian dengan menyampaikan harapan kepada pak Bupati

“Perhatikan baik-baik yah, adek-adek..”

Belajar menjadi penyiar radio bersama kak Indi 😀

Ini cita-citakuuu

 

Menandai pohon inspirasi..

Balon cita-cita

Terbang yang tinggiii~

Quotes penutup 🙂

Sekedar catatan, latar belakang keluarga siswa SDN Penunggul ini adalah nelayan. Namun hampir 80% mereka hidup ditinggal orang tua bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri. Prihatin memang, namun itulah yang harus jadi perhatian kita bersama.

 

diceritakan oleh ka NF Palestine Turmudzy

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *