Cerita Relawan

Belajar gosok gigi sama Ka Niken, yuk!

“Sehari berbagi, selamanya menginspirasi”

Slogan dari Kelas Inspirasi yang singkat, padat, jelas, dan penuh akan makna.
“Inspirasi” banyak dari kita sering mendengar kata tersebut, namun tidak banyak yang tahu tentang arti sebenarnya dari kata itu. Menginspirasi /meng-in-spi-ra-si menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan sesuatu yang menimbulkan inspirasi; mengilhami untuk tujuan yang lebih mulia dan besar.

Hawa yang cukup dingin hampir menembus tulang, saya rasakan pagi itu. Kecamatan Tutur-Pasuruan memang terletak di dataran yang cukup tinggi di kabupaten tempat saya tinggal. Jeep milik salah satu relawan membawa saya ke sebuah SD yang letaknya dikelilingi oleh perkebunan apel. Ya, penduduk setempat memang banyak menggantungkan hidupnya dari bertani apel dan sayuran.

Memasuki gerbang sekolah, kudapati wajah-wajah polos yang penuh dengan keceriaan dari siswa-siswi SDN Blarang 3 yang sudah berjajar rapi di halaman sekolah. Sebagai seorang pengajar di Kelas Inspirasi Pasuruan dengan profesi tenaga pendidik dengan embel-embel gelar besar Sarjana Kesehatan Masyarakat di belakang nama saya, mulanya saya agak galau mau mengusung materi apa pada hari inspirasi. Mengingat yang akan saya hadapi bukan lagi manusia dengan kategori umur remaja-dewasa muda seperti yang biasa saya hadapi di tempat saya mengajar atau riset, tetapi anak sekolah dasar kelas 1-6 dengan usia 7-13 tahun. Tentu saja persiapan saya harus EKSTRA. Ekstra sabar, ekstra telaten, ekstra kerja keras untuk “caper” dalam memberikan materi yang akan saya bagikan dan tentu saja harus super duper menarik dalam pemilihan media belajar yang saya gunakan, karena jika tidak begitu saya akan merana karena dicuekin oleh adik-adik dan tentu saja materi yang saya sampaikan hanya akan masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

Seketika terbersit di pikiran saya saat melihat gigi Jejo, keponakan saya sendiri yang “gigis” karena jarang gosok gigi ✌️😁. Masalahan kesehatan gigi dan mulut khususnya caries gigi memang banyak terjadi pada anak-anak. Maka sayapun memutuskan untuk memberikan materi cara menggosok gigi yang baik dan benar. Media pembelajaran yang saya gunakan berupa video animasi yang bercerita tentang seorang anak SD yang malas sikat gigi dan akhirnya anak tersebut sakit gigi. Lalu oleh orang tuanya anak tersebut dibawa ke dokter gigi dan diajari menggosok gigi yang benar. Simple, ya memang saya sengaja memilih cerita yang tidak terlalu berat dan berbelit, yang terpenting pesan dari film tersebut bisa sampai, diterima serta bisa diterapkan di kehidupan adik-adik. Dan tidak lupa yang terakhir saya mengajak adik-adik untuk praktik menggosok gigi bersama di halaman sekolah.

Saya kira sambutan mereka akan biasa saja, karena saya pikir kegiatan menggosok gigi adalah kegiatan yang sudah biasa mereka lakukan setiap hari. Diluar dugaan ternyata mereka sangat antusias dan menunggu-nunggu saya untuk masuk ke kelas mereka. Kali ini ada 3 rombel yang sudah dibagi, yaitu kelas 1 digabung dengan kelas 2, kelas 3 digabung dengan kelas 4, dan kelas 5 digabung dengan kelas 6. Begitu saya memasuki ruangan kelas, mereka langsung berlarian ke arah saya, menyambut saya dan bergelayut manja lalu berteriak “Kak Niken ayo sikat gigiiiiii!! Sambil menunjukkan sikat giginya kepada saya mereka berkata lagi “ini kak saya sudah bawa sikat gigi”. Memang beberapa hari sebelum hari inspirasi saya sudah berpesan kepada bapak kepala sekolah agar menyampaikan kepada anak didiknya supaya membawa sikat gigi karena saya akan mengajak adik-adik gosok gigi bersama.
Tak lupa saya sematkan sepucuk kertas kecil berisikan pesan singkat tentang cara menggosok gigi yang benar, waktu menggosok gigi, dan bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dapat mereka tempelkan di meja belajar atau di dinding kamar mereka.

Bertemu dan berbagi dengan mereka merupakan pengalaman yang luar biasa berharganya. Dan tiba-tiba saja jadi baper ketika mendengarkan salah satu testimoni dari salah satu adik kelas 5 yang berkata “saya senang kakak mau datang ke sini, terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk mengunjungi kami dan mengajari saya gosok gigi. Sekali lagi terima kasih”.

Belajar yang rajin ya dik.. kakak yakin kalian akan menjadi generasi penerus bangsa yang sukses dan menginspirasi banyak malaikat-mamlaikat kecil di luar sana untuk dapat menggantunkan cita-cita setinggi bintang di langit.
Teruslah berkontribusi untuk kemajuan pendidikan Indonesia, sekecil apapun langkahmu akan sangat berarti dari pada hanya berdiam diri menyimpan dan menggenggam ilmu yang kalian miliki. Tujuan pendidikan bukan hanya pengetahuan, akan tetapi tingkah laku dan perbuatan. Berbagilah.. maka ilmu itu tidak akan pernah habis.

 

Ditulis oleh relawan Kelas Inspirasi Pasuruan
Niken Kusumawardhani

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *